
Perencanaan Teknis Jalan
Survei, perhitungan, dan gambar rencana untuk membangun jalan baru atau meningkatkan jalan yang sudah ada.
Apa itu perencanaan teknis jalan?
Perencanaan teknis jalan menghasilkan gambar dan perhitungan yang dipakai untuk membangun atau memperbaiki jalan. Isinya mencakup trase, geometrik, tebal perkerasan, drainase jalan, dan perkiraan biaya. Dokumen ini sering disebut DED (Detail Engineering Design).
Siapa yang membutuhkan
- Dinas pekerjaan umum dan pemerintah daerah.
- Pengembang perumahan dan kawasan industri yang membangun jalan lingkungan atau jalan akses.
- Pemilik pabrik dan gudang yang jalan aksesnya dilalui kendaraan berat.
- Kontraktor yang membutuhkan gambar kerja.
Yang kami kerjakan
- Survei topografi dan survei lalu lintas.
- Penyelidikan tanah dasar.
- Perencanaan geometrik: alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, dan potongan melintang.
- Perhitungan tebal perkerasan lentur (aspal) atau kaku (beton).
- Drainase jalan dan bangunan pelengkap seperti gorong-gorong dan dinding penahan tanah.
- Gambar rencana, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya.
Yang perlu disiapkan
- Lokasi dan batas pekerjaan.
- Fungsi jalan dan jenis kendaraan yang akan lewat.
- Data yang sudah ada, misalnya peta, gambar lama, atau studi sebelumnya.
- Status lahan di sepanjang rencana jalan.
Kendala yang sering muncul
- Lahan belum bebas sehingga trase berubah.
- Data lalu lintas atau data tanah tidak tersedia.
- Ada utilitas lama seperti pipa, kabel, atau tiang di jalur rencana.
Yang Anda terima
- Laporan survei.
- Gambar rencana.
- Laporan perhitungan perkerasan.
- Spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya.
Terakhir diperbarui:
Tahapan Pekerjaan
Pengumpulan data dan survei
Mengumpulkan data yang ada dan mengukur kondisi lapangan.
Rancangan awal
Menyusun beberapa pilihan untuk dibahas bersama Anda.
Rancangan detail
Mengerjakan perhitungan dan gambar dari pilihan yang disepakati.
Dokumen akhir
Menyerahkan gambar, laporan, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya.
Pertanyaan tentang Jalan
Apa bedanya perkerasan lentur dan perkerasan kaku?
Perkerasan lentur memakai aspal, perkerasan kaku memakai pelat beton. Pilihannya bergantung pada beban lalu lintas, kondisi tanah dasar, dan biaya pemeliharaan yang sanggup ditanggung.
Apakah survei lapangan selalu diperlukan?
Untuk perencanaan detail, ya. Tanpa data topografi dan data tanah, gambar dan volume pekerjaan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Apakah bisa hanya meninjau desain yang sudah ada?
Bisa. Kami periksa desainnya, lalu memberi catatan atau memperbaruinya sesuai kondisi lapangan sekarang.
Setiap kebutuhan berbeda. Hubungi kami untuk membahas lingkup pekerjaan Anda.